Entri Populer
Minggu, 31 Oktober 2010
Pedrosa kemungkinan ikut race di estoril,Lorenzo dan Rossi akan bertarung habis2an.
Sabtu, 30 Oktober 2010
Pedrosa Kenal Indonesia Sejak Kecil
PEDROSA 26 FANS CLUB INDONESIA: Pedrosa Kenal Indonesia Sejak Kecil: "Pebalap utama dari tim Repsol Honda, Dani Pedrosa, mengaku sudah mengenal Indonesia sejak masih duduk di bangku sekolah. Namun, pengetahuann..."
Minggu, 24 Oktober 2010
Pedrosa puji 2 pembalap ducati
Pebalap Spanyol,
Dani Pedrosa
memuji
penampilan dua
pebalap tim Ducati,
Casey Stoner dan Nicky Hayden
di GP Aragon, Minggu (19/9).
Stoner yang merupakan juara
dunia 2007 lalu, menjuarai GP
yang berlangsung di sirkuit
Aragon, Spanyol dengan terpaut
5.148 detik di depan Pedrosa.
Sementara Nicky Hayden
mampu merebut posisi ketiga
dan menggagalkan ambisi
pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo
untuk naik podium.
"Ducati merupakan tim yang
sangat kuat dengan dua
pebalap mampu naik podium,"
kata Pedrosa. "Saya telah
mencoba semuanya. meski saya
memulai lomba tidak maksimal,
namun saya mampu kembali."
"Namun saya memang terpaut
terlalu jauh di belakang Casey.
Saya tidak mampu
mengambilnya di setiap
tikungan. Ia terlalu bagus,"
katanya.
Di klasemen semnetara, Jorge
Lorenzo masih memimpin
dengan 284 poin, diikuti
Pedrosa dengan 228 poin dan
Stoner di posisi ketiga dnegan
155 poin.
Juara dunia MotoGP Valentino
Rossi kali ini menempati posisi
enam. Di klasemen sementara ia
berada di posisi empat dengan
140 poin.
Dani Pedrosa
memuji
penampilan dua
pebalap tim Ducati,
Casey Stoner dan Nicky Hayden
di GP Aragon, Minggu (19/9).
Stoner yang merupakan juara
dunia 2007 lalu, menjuarai GP
yang berlangsung di sirkuit
Aragon, Spanyol dengan terpaut
5.148 detik di depan Pedrosa.
Sementara Nicky Hayden
mampu merebut posisi ketiga
dan menggagalkan ambisi
pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo
untuk naik podium.
"Ducati merupakan tim yang
sangat kuat dengan dua
pebalap mampu naik podium,"
kata Pedrosa. "Saya telah
mencoba semuanya. meski saya
memulai lomba tidak maksimal,
namun saya mampu kembali."
"Namun saya memang terpaut
terlalu jauh di belakang Casey.
Saya tidak mampu
mengambilnya di setiap
tikungan. Ia terlalu bagus,"
katanya.
Di klasemen semnetara, Jorge
Lorenzo masih memimpin
dengan 284 poin, diikuti
Pedrosa dengan 228 poin dan
Stoner di posisi ketiga dnegan
155 poin.
Juara dunia MotoGP Valentino
Rossi kali ini menempati posisi
enam. Di klasemen sementara ia
berada di posisi empat dengan
140 poin.
Pedrosa: kami harus ambil kesempatan !
Pebalap Spanyol
Dani Pedrosa tak
ingin membuang
kesempatan baik
yang sedang
dimilikinya. Di saat
performanya terus membaik,
pebalap Repsol Honda tersebut
bertekad memberikan tekanan
kepada kandidat terkuat juara
dunia MotoGP 2010, Jorge
Lorenzo.
Di Sirkuit
Motorland Aragon, Pedrosa
"hanya" mampu finis di posisi
dua. Meskipun demikian, hasil
tersebut sudah cukup bagus
baginya karena bisa
memangkas jarak dengan
Lorenzo menjadi 56 poin.
Dengan sisa lima seri lagi,
peluang Pedrosa untuk
mengejar kompatriotnya
tersebut, yang musim depan
jadi pebalap nomor satu tim
pabrikan Yamaha, masih cukup
terbuka.
Dalam beberapa seri terakhir,
Pedrosa tampil sangat
konsisten karena dia selalu finis
di posisi dua besar. Dia juga
nyaris selalu berada di depan
Lorenzo, sehingga jarak mereka
terus menipis, meskipun tak
terlalu mencolok.
Kenyataan itulah yang membuat
Pedrosa percaya diri
menghadapi balapan di Sirkuit
Motegi, Jepang, akhir pekan
nanti. Pedrosa menegaskan,
pertarungan di rumah Honda
nanti akan menjadi titik awal
untuk mengejar Lorenzo.
"Kami memulai periode yang
sangat intens musim ini pada
akhir pekan ini, dengan lima
seri dalam enam pekan, dan
tujuan utamaku adalah sebisa
mungkin finis di posisi terbaik
untuk mengejar gelar juara
dunia. Saya pikir kami sangat
kuat bila tampil di rumah
sendiri dan kami harus
mengambil keuntungan ini.
"Tahapan akhir dimulai di
Jepang--balapan terpenting
untuk Honda karena
merupakan rumahnya--dan
saya menantikan tampil di
sirkuit ini, serta memulai
persiapan untuk balapan spesial
ini. Saya pasti senang menang
di Motegi, karena saya tidak
pernah menang di sini selama
di MotoGP dan saya selalu naik
podium dalam dua musim
terakhir.
"Saya selalu merasa sangat
termotivasi di Jepang. Saya
menyukai sirkuit dan atmosfir
di sana. Fans sangat antusias
tetapi juga terpelajar, dan saya
merasa mendapat banyak
dukungan. Kami tidak bisa
membalap di Motegi pada awal
musim karena masalah abu
gunung berapi, sehingga saya
pikir fans akan lebih senang
menyambut kami.
"Akan sangat penting untuk
mengawali tur Asia ini dengan
hasil terbaik. Seperti yang sudah
saya katakan sebelumnya, saya
akan menghadapi sesi terakhir
balapan musim ini dengan
berpikir sederhana, seri demi
seri. Kami sedang melakukan
pekerjaan bagus di tim, RC212V
juga bekerja dengan baik--kami
tahu itu semakin baik--sehingga
ini merupakan kesempatan
bagus bagi kami untuk
mencoba meraih lebih banyak
kemenangan dan finis di posisi
terbaik pada musim ini."
Dani Pedrosa tak
ingin membuang
kesempatan baik
yang sedang
dimilikinya. Di saat
performanya terus membaik,
pebalap Repsol Honda tersebut
bertekad memberikan tekanan
kepada kandidat terkuat juara
dunia MotoGP 2010, Jorge
Lorenzo.
Di Sirkuit
Motorland Aragon, Pedrosa
"hanya" mampu finis di posisi
dua. Meskipun demikian, hasil
tersebut sudah cukup bagus
baginya karena bisa
memangkas jarak dengan
Lorenzo menjadi 56 poin.
Dengan sisa lima seri lagi,
peluang Pedrosa untuk
mengejar kompatriotnya
tersebut, yang musim depan
jadi pebalap nomor satu tim
pabrikan Yamaha, masih cukup
terbuka.
Dalam beberapa seri terakhir,
Pedrosa tampil sangat
konsisten karena dia selalu finis
di posisi dua besar. Dia juga
nyaris selalu berada di depan
Lorenzo, sehingga jarak mereka
terus menipis, meskipun tak
terlalu mencolok.
Kenyataan itulah yang membuat
Pedrosa percaya diri
menghadapi balapan di Sirkuit
Motegi, Jepang, akhir pekan
nanti. Pedrosa menegaskan,
pertarungan di rumah Honda
nanti akan menjadi titik awal
untuk mengejar Lorenzo.
"Kami memulai periode yang
sangat intens musim ini pada
akhir pekan ini, dengan lima
seri dalam enam pekan, dan
tujuan utamaku adalah sebisa
mungkin finis di posisi terbaik
untuk mengejar gelar juara
dunia. Saya pikir kami sangat
kuat bila tampil di rumah
sendiri dan kami harus
mengambil keuntungan ini.
"Tahapan akhir dimulai di
Jepang--balapan terpenting
untuk Honda karena
merupakan rumahnya--dan
saya menantikan tampil di
sirkuit ini, serta memulai
persiapan untuk balapan spesial
ini. Saya pasti senang menang
di Motegi, karena saya tidak
pernah menang di sini selama
di MotoGP dan saya selalu naik
podium dalam dua musim
terakhir.
"Saya selalu merasa sangat
termotivasi di Jepang. Saya
menyukai sirkuit dan atmosfir
di sana. Fans sangat antusias
tetapi juga terpelajar, dan saya
merasa mendapat banyak
dukungan. Kami tidak bisa
membalap di Motegi pada awal
musim karena masalah abu
gunung berapi, sehingga saya
pikir fans akan lebih senang
menyambut kami.
"Akan sangat penting untuk
mengawali tur Asia ini dengan
hasil terbaik. Seperti yang sudah
saya katakan sebelumnya, saya
akan menghadapi sesi terakhir
balapan musim ini dengan
berpikir sederhana, seri demi
seri. Kami sedang melakukan
pekerjaan bagus di tim, RC212V
juga bekerja dengan baik--kami
tahu itu semakin baik--sehingga
ini merupakan kesempatan
bagus bagi kami untuk
mencoba meraih lebih banyak
kemenangan dan finis di posisi
terbaik pada musim ini."
Lorenzo sedih karena Pedrosa cedera
Gelar juara dunia
MotoGP 2010
sudah terbayang
jelas di pelupuk
mata Jorge
Lorenzo. Pasalnya, rival terdekat
dalam perburuan trofi ajang
balap motor paling bergengsi di
muka bumi ini, Dani Pedrosa,
cedera patah tulang selangka
saat latihan pertama di Sirkuit
Motegi, Jepang, Jumat
(1/10/2010).
Diperkirakan, Pedrosa bakal
absen minimal tiga seri ke
depan (di Malaysia, Australia,
dan Portugal). Jika demikian,
maka Lorenzo hampir bisa
dipastikan bakal merengkuh
gelar pertamanya di arena
MotoGP serta pebalap Spanyol
kedua yang menjuarai kelas
500 cc atau MotoGP.
Ya, secara matematis hanya
Pedrosa yang bisa jadi penjegal
impian Lorenzo karena saat ini
mereka terpaut 56 poin dengan
sisa lima seri balapan. Artinya,
Lorenzo hanya perlu menambah
minimal 19 poin lagi sehingga
bisa unggul 75 angka dari
Pedrosa yang harus menjalani
operasi. Hal itu bisa dia raih
akhir pekan ini di Motegi.
Meskipun sudah di ambang
juara dunia, Lorenzo mengaku
tidak memikirkan hal tersebut.
Pebalap Spanyol ini
menegaskan, dia hanya merasa
sedih dengan kecelakaan yang
menimpa kompatriotnya
tersebut.
"Saya sekarang tidak ingin
memikirkan bagaimana situasi
Dani akan memberikan
pengaruh kepada saya, tetapi
saya sedih dengan apa yang
menimpanya. Memang, sangat
sial cedera saat musim balapan
sudah memasuki tahapan ini,"
ujar Lorenzo, mantan dua kali
juara dunia kelas 250 cc.
Dalam sesi latihan pertama di GP
Jepang ini, Lorenzo hanya
mampu mencatat waktu terbaik
ketiga. Pebalap Fiat Yamaha ini
berada di belakang rekan
setimnya, Valentino Rossi, yang
menjadi pebalap tercepat,
disusul rekan setim Pedrosa di
Repsol Honda, Andrea
Dovizioso.
MotoGP 2010
sudah terbayang
jelas di pelupuk
mata Jorge
Lorenzo. Pasalnya, rival terdekat
dalam perburuan trofi ajang
balap motor paling bergengsi di
muka bumi ini, Dani Pedrosa,
cedera patah tulang selangka
saat latihan pertama di Sirkuit
Motegi, Jepang, Jumat
(1/10/2010).
Diperkirakan, Pedrosa bakal
absen minimal tiga seri ke
depan (di Malaysia, Australia,
dan Portugal). Jika demikian,
maka Lorenzo hampir bisa
dipastikan bakal merengkuh
gelar pertamanya di arena
MotoGP serta pebalap Spanyol
kedua yang menjuarai kelas
500 cc atau MotoGP.
Ya, secara matematis hanya
Pedrosa yang bisa jadi penjegal
impian Lorenzo karena saat ini
mereka terpaut 56 poin dengan
sisa lima seri balapan. Artinya,
Lorenzo hanya perlu menambah
minimal 19 poin lagi sehingga
bisa unggul 75 angka dari
Pedrosa yang harus menjalani
operasi. Hal itu bisa dia raih
akhir pekan ini di Motegi.
Meskipun sudah di ambang
juara dunia, Lorenzo mengaku
tidak memikirkan hal tersebut.
Pebalap Spanyol ini
menegaskan, dia hanya merasa
sedih dengan kecelakaan yang
menimpa kompatriotnya
tersebut.
"Saya sekarang tidak ingin
memikirkan bagaimana situasi
Dani akan memberikan
pengaruh kepada saya, tetapi
saya sedih dengan apa yang
menimpanya. Memang, sangat
sial cedera saat musim balapan
sudah memasuki tahapan ini,"
ujar Lorenzo, mantan dua kali
juara dunia kelas 250 cc.
Dalam sesi latihan pertama di GP
Jepang ini, Lorenzo hanya
mampu mencatat waktu terbaik
ketiga. Pebalap Fiat Yamaha ini
berada di belakang rekan
setimnya, Valentino Rossi, yang
menjadi pebalap tercepat,
disusul rekan setim Pedrosa di
Repsol Honda, Andrea
Dovizioso.
MotoGP australia 2010,stoner pole,pedrosa batal ikut race
MotoGP Mania – Rider tuan
rumah Casey Stoner akan start
dari grid pertama MotoGP
Australia yang akan berlangsung
besok (17/10/2010) di sirkuit
Phillip Island. Stoner berhasil
mengungguli catatan waktu dua
rider Yamaha, Jorge Lorenzo dan
Ben Spies. Dani Pedrosa yang
sedianya akan menempati grid
ke-15 menyatakan tidak akan
turun saat race besok.
stoner phillip island Preview
MotoGP Australia 2010: Stoner
Pole, Pedrosa Batal Ikut Race
Pedrosa yang absen dalam dua
race sebelumnya di Motegi dan
Sepang mencoba untuk ikut
berlaga di Phillip Island setelah
menjalani operasi pasca
kecelakaan saat sesi latihan
MotoGP Jepang. Namun setelah
mengikuti tiga sesi rider Spanyol
itu merasa dirinya belum siap
untuk ikut balapan.
“Setelah operasi di Spanyol target
saya untuk datang kembali di
Australia,” kata Pedrosa.
“Tetapi setelah naik dalam tiga
sesi latihan di sini jelas bahwa itu
benar-benar mustahil bagi saya
untuk mempertahankan
kecepatan tinggi karena saya
kehilangan kekuatan di lengan
lap demi lap dan mengendalikan
sepeda akan semakin sulit –
terlebih lagi dengan kencangnya
angin di sini”
Sementara itu Valentino Rossi
yang sukses menjuarai seri lalu
di Sepang akan start dari posisi
ke-8. Ini adalah posisis start
terburuknya sejak musim 2008
lalu. Akankah The Doctor kembali
menunjukkan keperkasaannya
seperti halnya saat MotoGP
Malaysia ?
Hasil kualifikasi MotoGP Australia
(Phillip Island):
1. Casey Stoner AUS Ducati
Marlboro Team 1m 30.107s
2. Jorge Lorenzo ESP Fiat Yamaha
Team 1m 30.775s
3. Ben Spies USA Monster Yamaha
Tech 3 1m 31.386s
4. Marco Simoncelli ITA San Carlo
Honda Gresini 1m 31.402s
5. Colin Edwards USA Monster
Yamaha Tech 3 1m 31.415s
6. Nicky Hayden USA Ducati
Marlboro Team 1m 31.530s
7. Randy de Puniet FRA LCR
Honda MotoGP 1m 31.554s
8. Valentino Rossi ITA Fiat
Yamaha Team 1m 31.627s
9. Andrea Dovizioso ITA Repsol
Honda Team 1m 32.018s
10. Marco Melandri ITA San Carlo
Honda Gresini 1m 32.367s
11. Aleix Espargaro ESP Pramac
Racing 1m 32.542s
12. Mika Kallio FIN Pramac Racing
1m 32.816s
13. Hiroshi Aoyama JPN
Interwetten Honda MotoGP 1m
33.190s
14. Alvaro Bautista ESP Rizla
Suzuki MotoGP 1m 33.224s
15. Dani Pedrosa ESP Repsol
Honda Team 1m 33.384s
16. Hector Barbera ESP Paginas
Amarillas Aspar 1m 33.390s
17. Loris Capirossi ITA Rizla
Suzuki MotoGP 1m 34.269s
rumah Casey Stoner akan start
dari grid pertama MotoGP
Australia yang akan berlangsung
besok (17/10/2010) di sirkuit
Phillip Island. Stoner berhasil
mengungguli catatan waktu dua
rider Yamaha, Jorge Lorenzo dan
Ben Spies. Dani Pedrosa yang
sedianya akan menempati grid
ke-15 menyatakan tidak akan
turun saat race besok.
stoner phillip island Preview
MotoGP Australia 2010: Stoner
Pole, Pedrosa Batal Ikut Race
Pedrosa yang absen dalam dua
race sebelumnya di Motegi dan
Sepang mencoba untuk ikut
berlaga di Phillip Island setelah
menjalani operasi pasca
kecelakaan saat sesi latihan
MotoGP Jepang. Namun setelah
mengikuti tiga sesi rider Spanyol
itu merasa dirinya belum siap
untuk ikut balapan.
“Setelah operasi di Spanyol target
saya untuk datang kembali di
Australia,” kata Pedrosa.
“Tetapi setelah naik dalam tiga
sesi latihan di sini jelas bahwa itu
benar-benar mustahil bagi saya
untuk mempertahankan
kecepatan tinggi karena saya
kehilangan kekuatan di lengan
lap demi lap dan mengendalikan
sepeda akan semakin sulit –
terlebih lagi dengan kencangnya
angin di sini”
Sementara itu Valentino Rossi
yang sukses menjuarai seri lalu
di Sepang akan start dari posisi
ke-8. Ini adalah posisis start
terburuknya sejak musim 2008
lalu. Akankah The Doctor kembali
menunjukkan keperkasaannya
seperti halnya saat MotoGP
Malaysia ?
Hasil kualifikasi MotoGP Australia
(Phillip Island):
1. Casey Stoner AUS Ducati
Marlboro Team 1m 30.107s
2. Jorge Lorenzo ESP Fiat Yamaha
Team 1m 30.775s
3. Ben Spies USA Monster Yamaha
Tech 3 1m 31.386s
4. Marco Simoncelli ITA San Carlo
Honda Gresini 1m 31.402s
5. Colin Edwards USA Monster
Yamaha Tech 3 1m 31.415s
6. Nicky Hayden USA Ducati
Marlboro Team 1m 31.530s
7. Randy de Puniet FRA LCR
Honda MotoGP 1m 31.554s
8. Valentino Rossi ITA Fiat
Yamaha Team 1m 31.627s
9. Andrea Dovizioso ITA Repsol
Honda Team 1m 32.018s
10. Marco Melandri ITA San Carlo
Honda Gresini 1m 32.367s
11. Aleix Espargaro ESP Pramac
Racing 1m 32.542s
12. Mika Kallio FIN Pramac Racing
1m 32.816s
13. Hiroshi Aoyama JPN
Interwetten Honda MotoGP 1m
33.190s
14. Alvaro Bautista ESP Rizla
Suzuki MotoGP 1m 33.224s
15. Dani Pedrosa ESP Repsol
Honda Team 1m 33.384s
16. Hector Barbera ESP Paginas
Amarillas Aspar 1m 33.390s
17. Loris Capirossi ITA Rizla
Suzuki MotoGP 1m 34.269s
Pedrosa mulai tertekan
MotoGP Mania – Usai MotoGP
Jerman, peluang Dani Pedrosa
untuk merebut mahkota juara
MotoGP 2010 kembali terbuka.
Bukan cuma karena rider Repsol
Honda itu sukses memperkecil
selisih poinnya di kelasemen
sementara (dari 52 jadi 47),
tetapi juga lantaran di sirkuit
Sachsenring itu Pedrosa berhasil
mengalahkan pimpinan
kelasemen sementara, Jorge
Lorenzo, lewat duel head to
head. Namun perjuangan rider
Spanyol itu untuk menyingkirkan
Lorenzo dari puncak kelasemen
bukanlah perkara mudah,
Pedrosa harus selalu finish di
depan Lorenzo. Celakanya, finish
terburuk Lorenzo hingga
pertengahan musim adalah di
posisi runner-up. So, nggak ada
pilihan lain buat rider mungil itu
selain harus menang sebanyak-
banyaknya di 10 seri yang
tersisa. Perjuangan berat itu
harus dimulai dari MotoGP
Amerika.
pedrosa fans Pedrosa Mulai
Tertekan
Sayangnya, perjuangan rider
bernomor 26 itu berakhir di
gravel sirkuit Laguna Seca pada
lap ke-12. Pedrosa pun secara
jujur mengakui semua itu
lantaran under serious pressure.
Sesuatu yang wajar mengingat
beban berat yang dipikul
Pedrosa. Selain tuntutan wajib
menang, beberapa hal berikut
juga berperan menambah beban
mental rider yang baru-baru ini
mampir ke Indonesia.
Menurunnya Performa Ducati
Setengah musim sudah berlalu,
performa Ducati masih jauh dari
yang ditunjukkannya di musim-
musim sebelumnya. Dengan
keadaan ini maka lawan Pedrosa
mestinya hanya dua rider Fiat
Yamaha, Valentino Rossi dan
Jorge Lorenzo.
The Doctor Istirahat
Lawan Pedrosa semakin
mengerucut setelah The Doctor
harus beristirahat akibat cedera
kaki dan bahu. So, lawan Pedrosa
tinggal Jorge Lorenzo.
Lorenzo adalah “Adik Kelas”
Pedrosa dan Lorenzo sama-sama
berasal dari Spanyol. Pedrosa
naik ke MotoGP dua tahun lebih
dulu dari X-Fuera. Kalah dari
Lorenzo tentu jauh lebih
menyakitkan dibandingkan
dikalahkan oleh Valentino Rossi
atau Casey Stoner.
Kehadiran Stoner di HRC Musim
Depan
Keputusan HRC menggaet juara
dunia MotoGP 2007 di musim
2011 menambah beban buat
Pedrosa. Memang sih posisinya
di Team Repsol Honda rasanya
tidak mungkin digeser oleh
siapapun mengingat Pedrosa
mendapat dukungan penuh dari
Repsol yang jadi sponsor utama
Honda. Namun dipilihnya Stoner
bisa mengindikasikan bahwa
Honda mulai meragukan posisi
Pedrosa sebagai leader team
berlogo sayap itu.
Nah.., latar belakang itulah yang
membuat Dani Pedrosa memikul
beban mental yang berat. Hanya
ada dua kemungkinan saat
seorang rider mengalami hal itu.
Sukses “mengelola” tekanan itu
sebagai sebuah motivasi dan
kekuatan untuk mengalahkan
lawan atau malah kocar-kacir
karena kurang perhitungan dan
memaksakan diri tampil melebihi
kemampuan.
Kini dengan gap 72 poin,
mampukah Pedrosa mengejar
Lorenzo? Bisa saja tapi dengan
syarat, melakukan tekanan balik.
Pedrosa butuh Lorenzo tidak
bisa meraih poin di beberapa
seri, karena walau bisa
menjuarai 9 seri yang tersisa
namun jika Lorenzo selalu finish
dibelakangnya maka usaha
Pedrosa tetap tak akan
menghasilkan gelar juara dunia.
Untuk yang satu ini Pedrosa
nampaknya harus berguru pada
The Doctor. Juara dunia 9 kali itu
punya cara tersendiri untuk
menjebol mental lawannya.
Bukan cuma saat di lintasan tapi
juga diluar lintasan. Rossi
biasanya mengeluarkan
statement yang bisa membuat
merah telinga lawannya. Jika
sudah begitu, sang rival pasti
akan tampil habis-habisan saat
race untuk membuktikan diri
lebih hebat. Hal ini biasanya
justru akan merugikan rider
tersebut karena tampil emosional
dan kurang perhitungan. Max
Biaggi, Sete Gibernau, Casey
Stoner dan Jorge Lorenzo pernah
jadi “korban” taktik Rossi ini.
Namun taktik semacam itu agak
sulit diharapkan dari seorang
anak “manis” dan kalem seperti
Pedrosa. Tapi Pedrosa masih bisa
berharap Rossi mau
melakukannya walau bukan
untuk dirinya sendiri.
Jerman, peluang Dani Pedrosa
untuk merebut mahkota juara
MotoGP 2010 kembali terbuka.
Bukan cuma karena rider Repsol
Honda itu sukses memperkecil
selisih poinnya di kelasemen
sementara (dari 52 jadi 47),
tetapi juga lantaran di sirkuit
Sachsenring itu Pedrosa berhasil
mengalahkan pimpinan
kelasemen sementara, Jorge
Lorenzo, lewat duel head to
head. Namun perjuangan rider
Spanyol itu untuk menyingkirkan
Lorenzo dari puncak kelasemen
bukanlah perkara mudah,
Pedrosa harus selalu finish di
depan Lorenzo. Celakanya, finish
terburuk Lorenzo hingga
pertengahan musim adalah di
posisi runner-up. So, nggak ada
pilihan lain buat rider mungil itu
selain harus menang sebanyak-
banyaknya di 10 seri yang
tersisa. Perjuangan berat itu
harus dimulai dari MotoGP
Amerika.
pedrosa fans Pedrosa Mulai
Tertekan
Sayangnya, perjuangan rider
bernomor 26 itu berakhir di
gravel sirkuit Laguna Seca pada
lap ke-12. Pedrosa pun secara
jujur mengakui semua itu
lantaran under serious pressure.
Sesuatu yang wajar mengingat
beban berat yang dipikul
Pedrosa. Selain tuntutan wajib
menang, beberapa hal berikut
juga berperan menambah beban
mental rider yang baru-baru ini
mampir ke Indonesia.
Menurunnya Performa Ducati
Setengah musim sudah berlalu,
performa Ducati masih jauh dari
yang ditunjukkannya di musim-
musim sebelumnya. Dengan
keadaan ini maka lawan Pedrosa
mestinya hanya dua rider Fiat
Yamaha, Valentino Rossi dan
Jorge Lorenzo.
The Doctor Istirahat
Lawan Pedrosa semakin
mengerucut setelah The Doctor
harus beristirahat akibat cedera
kaki dan bahu. So, lawan Pedrosa
tinggal Jorge Lorenzo.
Lorenzo adalah “Adik Kelas”
Pedrosa dan Lorenzo sama-sama
berasal dari Spanyol. Pedrosa
naik ke MotoGP dua tahun lebih
dulu dari X-Fuera. Kalah dari
Lorenzo tentu jauh lebih
menyakitkan dibandingkan
dikalahkan oleh Valentino Rossi
atau Casey Stoner.
Kehadiran Stoner di HRC Musim
Depan
Keputusan HRC menggaet juara
dunia MotoGP 2007 di musim
2011 menambah beban buat
Pedrosa. Memang sih posisinya
di Team Repsol Honda rasanya
tidak mungkin digeser oleh
siapapun mengingat Pedrosa
mendapat dukungan penuh dari
Repsol yang jadi sponsor utama
Honda. Namun dipilihnya Stoner
bisa mengindikasikan bahwa
Honda mulai meragukan posisi
Pedrosa sebagai leader team
berlogo sayap itu.
Nah.., latar belakang itulah yang
membuat Dani Pedrosa memikul
beban mental yang berat. Hanya
ada dua kemungkinan saat
seorang rider mengalami hal itu.
Sukses “mengelola” tekanan itu
sebagai sebuah motivasi dan
kekuatan untuk mengalahkan
lawan atau malah kocar-kacir
karena kurang perhitungan dan
memaksakan diri tampil melebihi
kemampuan.
Kini dengan gap 72 poin,
mampukah Pedrosa mengejar
Lorenzo? Bisa saja tapi dengan
syarat, melakukan tekanan balik.
Pedrosa butuh Lorenzo tidak
bisa meraih poin di beberapa
seri, karena walau bisa
menjuarai 9 seri yang tersisa
namun jika Lorenzo selalu finish
dibelakangnya maka usaha
Pedrosa tetap tak akan
menghasilkan gelar juara dunia.
Untuk yang satu ini Pedrosa
nampaknya harus berguru pada
The Doctor. Juara dunia 9 kali itu
punya cara tersendiri untuk
menjebol mental lawannya.
Bukan cuma saat di lintasan tapi
juga diluar lintasan. Rossi
biasanya mengeluarkan
statement yang bisa membuat
merah telinga lawannya. Jika
sudah begitu, sang rival pasti
akan tampil habis-habisan saat
race untuk membuktikan diri
lebih hebat. Hal ini biasanya
justru akan merugikan rider
tersebut karena tampil emosional
dan kurang perhitungan. Max
Biaggi, Sete Gibernau, Casey
Stoner dan Jorge Lorenzo pernah
jadi “korban” taktik Rossi ini.
Namun taktik semacam itu agak
sulit diharapkan dari seorang
anak “manis” dan kalem seperti
Pedrosa. Tapi Pedrosa masih bisa
berharap Rossi mau
melakukannya walau bukan
untuk dirinya sendiri.
Pedrosa telat panas,Lorenzo bermain aman.
MotoGP Mania – Dua seri
berturut-turut yakni MotoGP
Indianapolis dan MotoGP Misano
dikuasai oleh Dani Pedrosa.
Sedangkan sang pimpinan
kelasemen sementara, Jorge
Lorenzo terkesan tak mampu
mengimbangi rekan
senegaranya tersebut. Dalam dua
seri itu Lorenzo puas hanya
finish di depan rekan satu team-
nya, Valentino Rossi. Adakah X-
Fuera sudah mulai bermain
aman?
Usai memenangkan MotoGP
Brno, Lorenzo berada di atas
angin dalam kelasemen
sementara. Dia unggul 77 poin
atas Pedrosa. Dengan situasi ini,
jika pada 8 seri sisanya Pedrosa
selalu menang sedangkan
Lorenzo finish ke-3 maka The
Litle Spaniard akan mengurangi
gap poinnya dengan Lorenzo
sebanyak 9 poin tiap seri. Jika hal
ini terjadi, juara dunia MotoGP
2010 tetap akan berada dalam
genggaman rider Fiat Yamaha
itu, karena di seri terakhir dia
masih unggul 5 poin.
Masalahnya, apakah Lorenzo
puas dengan kemenangan model
begitu?
Sepertinya (dan semoga saja)
tidak. Tahun lalu rider bernomor
99 itu telah menunjukkan
fighting spirit yang luar biasa.
Sepanjang musim, hanya sekali
saja Lorenzo finish di luar
podium (MotoGP Sepang-finish
ke-4). Sisanya jika tidak ada di
podium, sudah pasti Por Fuera
tidak finish (DNF). Musim ini pun
Lorenzo masih layak untuk
berbangga. Selalu naik podium
pada 12 seri berturut-turut
bukanlah prestasi yang bisa
dianggap remeh.
Jadi perjuangan Pedrosa bakal
sis-sia nih?
Lawan Lorenzo saat ini boleh
dibilang memang cuma Pedrosa.
Selain seri pertama yang
dimenangkan Valentino Rossi, 11
seri berikutnya selalu dikuasai
oleh dua rider Spanyol itu.
Sayangnya, Pedrosa terkesan
“telat panas”. Rider team Repsol
Honda itu baru bisa memberi
perlawanan pada seri ke-4
(MotoGP Mugello). Selain itu
Pedrosa juga tak sekonsisten
Lorenzo. Kesalahan paling fatal
adalah tidak finish saat MotoGP
Laguna Seca.
Menjelang MotoGP San Marino
lalu, Pedrosa sempat
mengungkapkan kepada media
bahwa dirinya sudah tidak lagi
memikirkan titel juara dunia. Dia
hanya akan fokus mengejar
kemenangan demi kemenangan
tiap seri. Tampaknya semangat
nothing to loose Pedrosa ini
membuahkan hasil. The Litle
Spaniard bisa tampil tanpa beban
hingga akhirnya kemenangan
pun menyertainya. Jika hal ini
terus berlanjut, bukan tidak
mungkin bisa menjadi serangan
balik terhadap mental Jorge
Lorenzo.
Untuk mengetahui apakah Dani
Pedrosa sudah benar-benar bisa
tampil lepas tanpa beban dan
apakah Lorenzo tidak akan
semata-mata bermain aman
demi mengamankan poin,
MotoGP Mania bisa tau
jawabannya pada seri
mendatang yang berlangsung di
sirkuit Motorland Aragon akhir
pekan ini.
Selain bakal bermain di depan
publik Spanyol, sirkuit Aragon ini
merupakan sirkuit baru. Walau
beberapa rider papan atas
seperti Nicky Hayden, Dani
Pedrosa, Jorge Lorenzo, Andrea
Dovizioso dan Valentino Rossi
sudah pernah menjajal sirkuit ini,
namun kesemuanya tidak
memakai motor prototipe
MotoGP. Jadi tak ada team yang
punya data setingan untuk
sirkuit ini.
MotoGP Mania lihat saja seperti
apa penampilan duo rider
Spanyol beda team dan motor itu
beraksi di depan para
pendukungnya di Spanyol.
berturut-turut yakni MotoGP
Indianapolis dan MotoGP Misano
dikuasai oleh Dani Pedrosa.
Sedangkan sang pimpinan
kelasemen sementara, Jorge
Lorenzo terkesan tak mampu
mengimbangi rekan
senegaranya tersebut. Dalam dua
seri itu Lorenzo puas hanya
finish di depan rekan satu team-
nya, Valentino Rossi. Adakah X-
Fuera sudah mulai bermain
aman?
Usai memenangkan MotoGP
Brno, Lorenzo berada di atas
angin dalam kelasemen
sementara. Dia unggul 77 poin
atas Pedrosa. Dengan situasi ini,
jika pada 8 seri sisanya Pedrosa
selalu menang sedangkan
Lorenzo finish ke-3 maka The
Litle Spaniard akan mengurangi
gap poinnya dengan Lorenzo
sebanyak 9 poin tiap seri. Jika hal
ini terjadi, juara dunia MotoGP
2010 tetap akan berada dalam
genggaman rider Fiat Yamaha
itu, karena di seri terakhir dia
masih unggul 5 poin.
Masalahnya, apakah Lorenzo
puas dengan kemenangan model
begitu?
Sepertinya (dan semoga saja)
tidak. Tahun lalu rider bernomor
99 itu telah menunjukkan
fighting spirit yang luar biasa.
Sepanjang musim, hanya sekali
saja Lorenzo finish di luar
podium (MotoGP Sepang-finish
ke-4). Sisanya jika tidak ada di
podium, sudah pasti Por Fuera
tidak finish (DNF). Musim ini pun
Lorenzo masih layak untuk
berbangga. Selalu naik podium
pada 12 seri berturut-turut
bukanlah prestasi yang bisa
dianggap remeh.
Jadi perjuangan Pedrosa bakal
sis-sia nih?
Lawan Lorenzo saat ini boleh
dibilang memang cuma Pedrosa.
Selain seri pertama yang
dimenangkan Valentino Rossi, 11
seri berikutnya selalu dikuasai
oleh dua rider Spanyol itu.
Sayangnya, Pedrosa terkesan
“telat panas”. Rider team Repsol
Honda itu baru bisa memberi
perlawanan pada seri ke-4
(MotoGP Mugello). Selain itu
Pedrosa juga tak sekonsisten
Lorenzo. Kesalahan paling fatal
adalah tidak finish saat MotoGP
Laguna Seca.
Menjelang MotoGP San Marino
lalu, Pedrosa sempat
mengungkapkan kepada media
bahwa dirinya sudah tidak lagi
memikirkan titel juara dunia. Dia
hanya akan fokus mengejar
kemenangan demi kemenangan
tiap seri. Tampaknya semangat
nothing to loose Pedrosa ini
membuahkan hasil. The Litle
Spaniard bisa tampil tanpa beban
hingga akhirnya kemenangan
pun menyertainya. Jika hal ini
terus berlanjut, bukan tidak
mungkin bisa menjadi serangan
balik terhadap mental Jorge
Lorenzo.
Untuk mengetahui apakah Dani
Pedrosa sudah benar-benar bisa
tampil lepas tanpa beban dan
apakah Lorenzo tidak akan
semata-mata bermain aman
demi mengamankan poin,
MotoGP Mania bisa tau
jawabannya pada seri
mendatang yang berlangsung di
sirkuit Motorland Aragon akhir
pekan ini.
Selain bakal bermain di depan
publik Spanyol, sirkuit Aragon ini
merupakan sirkuit baru. Walau
beberapa rider papan atas
seperti Nicky Hayden, Dani
Pedrosa, Jorge Lorenzo, Andrea
Dovizioso dan Valentino Rossi
sudah pernah menjajal sirkuit ini,
namun kesemuanya tidak
memakai motor prototipe
MotoGP. Jadi tak ada team yang
punya data setingan untuk
sirkuit ini.
MotoGP Mania lihat saja seperti
apa penampilan duo rider
Spanyol beda team dan motor itu
beraksi di depan para
pendukungnya di Spanyol.
Dani pedrosa datang ke sentul,dukung pembalap cilik HRS
Jakarta - Dani
Pedrosa, pebalap MotoGP dari tim
Repsol-Honda, memberi
dukungan langsung kepada
pebalap cilik yang belajar di
"Honda Racing School".
Ahmad Muhibbuddin, Humas PT
Astra Honda Motor, di Jakarta,
Selasa malam mengatakan Dani
Pedrosa akan berkunjung ke
sirkuit Sentul Gokart pada hari
Rabu (28/7) untuk
men-"support" calon pembalap
Honda yang sedang mengikuti
program "Honda Racing
School" (HRS).
Program HRS disiapkan oleh
Dapertemen Motor Sport AHM
guna melakukan pembinaan dan
mengadakan tahapan pelatihan
balap yang terstruktur sejak usia
dini.
Noboru Ueda, seorang mentor
andal yang merupakan mantan
pembalap GP125 sekaligus
instruktur Suzuka Racing School-
Jepang, langsung ikut melatih
para pembalap muda di HRS.
Pada tahap awal, AHM sudah
menyeleksi 16 anak berbakat
berusia di bawah 15 tahun dari
berbagai kota di Indonesia untuk
dilatih dalam HRS ini. Noboru
Ueda akan memberikan dasar-
dasar filosofis untuk menjadi
pembalap profesional.
Untuk memberi semangat
kepada peserta HRS, AHM
mengundang khusus Dani
Pedrosa yang merupakan
pembalap utama Honda di ajang
MotoGP ke Indonesia.
Kehadiran pembalap Utama
Repsol Honda Team akan
memberi makna penting bagi
pembinaan pembalap yang
sedang gencar dilaksanakan AHM
di Indonesia.
Pada usia 14 tahun, Pedrosa
sudah merebut kemenangan
pertamanya dengan Honda di
kelas GP125. Kemudian pada usia
19 tahun, dia menjadi juara
termuda di kelas GP250 dengan
motor Honda RS250R-W. Pada
usia 21 tahun sudah naik ke
MotoGP dengan prestasi yang
membanggakan.
Sementara itu, Agustinus
Indraputra, GM Marketing
Planning and Analysis PT Astra
Honda Motor (AHM) mengatakan,
kedatangan Pedrosa ke
Indonesia untuk membagi
pengalaman dengan calon
pebalap Honda Indonesia.
"Honda Racing School` baru
mulai jalan tahun ini, tapi kita
optimis. Wadah ini akan menjadi
kawah candradimuka bagi bibit-
bibit pebalap baru Honda,"
katanya.
Pebalap asal Spanyol itu baru kali
pertama datang ke Indonesia.
Dia berharap bisa membagi
pengalamannya dalam dunia
balap dengan para calon
pembalap cilik Merah Putih.
Pedrosa, pebalap MotoGP dari tim
Repsol-Honda, memberi
dukungan langsung kepada
pebalap cilik yang belajar di
"Honda Racing School".
Ahmad Muhibbuddin, Humas PT
Astra Honda Motor, di Jakarta,
Selasa malam mengatakan Dani
Pedrosa akan berkunjung ke
sirkuit Sentul Gokart pada hari
Rabu (28/7) untuk
men-"support" calon pembalap
Honda yang sedang mengikuti
program "Honda Racing
School" (HRS).
Program HRS disiapkan oleh
Dapertemen Motor Sport AHM
guna melakukan pembinaan dan
mengadakan tahapan pelatihan
balap yang terstruktur sejak usia
dini.
Noboru Ueda, seorang mentor
andal yang merupakan mantan
pembalap GP125 sekaligus
instruktur Suzuka Racing School-
Jepang, langsung ikut melatih
para pembalap muda di HRS.
Pada tahap awal, AHM sudah
menyeleksi 16 anak berbakat
berusia di bawah 15 tahun dari
berbagai kota di Indonesia untuk
dilatih dalam HRS ini. Noboru
Ueda akan memberikan dasar-
dasar filosofis untuk menjadi
pembalap profesional.
Untuk memberi semangat
kepada peserta HRS, AHM
mengundang khusus Dani
Pedrosa yang merupakan
pembalap utama Honda di ajang
MotoGP ke Indonesia.
Kehadiran pembalap Utama
Repsol Honda Team akan
memberi makna penting bagi
pembinaan pembalap yang
sedang gencar dilaksanakan AHM
di Indonesia.
Pada usia 14 tahun, Pedrosa
sudah merebut kemenangan
pertamanya dengan Honda di
kelas GP125. Kemudian pada usia
19 tahun, dia menjadi juara
termuda di kelas GP250 dengan
motor Honda RS250R-W. Pada
usia 21 tahun sudah naik ke
MotoGP dengan prestasi yang
membanggakan.
Sementara itu, Agustinus
Indraputra, GM Marketing
Planning and Analysis PT Astra
Honda Motor (AHM) mengatakan,
kedatangan Pedrosa ke
Indonesia untuk membagi
pengalaman dengan calon
pebalap Honda Indonesia.
"Honda Racing School` baru
mulai jalan tahun ini, tapi kita
optimis. Wadah ini akan menjadi
kawah candradimuka bagi bibit-
bibit pebalap baru Honda,"
katanya.
Pebalap asal Spanyol itu baru kali
pertama datang ke Indonesia.
Dia berharap bisa membagi
pengalamannya dalam dunia
balap dengan para calon
pembalap cilik Merah Putih.
Jumat, 22 Oktober 2010
Penghormatan terakhir rider motoGP kepada Tomizawa.
Kematian rider Moto2 Shoya
Tomizawa di MotoGP San Marino
menjadi pukulan telak bagi dunia
MotoGP. Sejumlah rider MotoGP
mengungkapkan penghormatan
terhadap Tomizawa.
Tomizawa meninggal di Rumah
Sakit Riccione setelah mengalami
kecelakaan hebat di Misano.
Rider 19 tahun itu dua kali
terlindas oleh Alex de Angelis dan
Scott Redding setelah
sebelumnya terjatuh dari motor.
Ini adalah kematian pertama
pada ajang MotoGP sejak
meninggalnya Daijiro Kato pada
2003, dan sebagai salah satu
bentuk penghormatan Dani
Pedrosa, Jorge Lorenzo dan
Valentino Rossi tidak merayakan
podium mereka di Misano.
Usai balapan di Misano, sejumlah
rider MotoGP mengungkapkan
penghormatan mereka terhadap
rider asal Jepang itu. Berikut
sejumlah penghormatan yang
diutarakan rider MotoGP.
Jorge Lorenzo:
"Benar-benar sangat
disayangkan, karena Shoya anak
yang baik dan rider yang kuat.
Saya sangat sedih dan ingin
mengucapkan belasungkawa
terhadap keluarga dan teman-
temannya. Ketika hal seperti ini
terjadi, hal lainnya menjadi tidak
penting."
Valentino Rossi:
"Saya ucapkan belasungkawa
untuk Shoya karena dia rider
yang kuat, tapi di atas segalanya
dia sangat 'sympatico'. Dia
sangat lucu, selalu senyum dan
selalu mengucapkan hal-hal yang
bagus kepada orang lain. Dia
rider muda dengan karir luar
biasa di depannya, jadi kami
semua sangat sedih."
Casey Stoner:
"Saya turut berduka cita atas
meninggalnya Tomizawa,
keluarga dan semua yang
bekerja dengannya. Peristiwa ini
sungguh buruk dan membuat
saya tidak bisa berkata-kata.
Suatu kenikmatan bisa melihat
dia membalap dan sebetulnya
saya menunggu dia meraih karir
hebat."
Nicky Hayden:
"Saya sangat sedih, kami
kehilangan dua pembalap dalam
dua pekan (sebelumnya Peter
Lenz meninggal di Indianapolis).
Pikiran saya tertuju kepada
keluarganyadan timnya, tapi
seluruh paddock terpukul atas
tragedi ini. Di akhir balapan, kita
semua menjadi saudara. Kami
sudah kehilangan anak dengan
talenta luar biasa dan
kepribadian luar biasa. Saya suka
gayanya membalap,
determinasinya dan senyum
yang selalu dikeluarkannya."
Ben Spies:
"Saya ingin mengekspresikan
kesedihan saya atas
meninggalnya Shoya Tomizawa.
Belasungkawa saya untuk
keluarga dan sahabatnya. Ini
kehilangan lainnya bagi olahraga
kami."
Colin Edwards:
"Hasil balapan tidak jadi artinya
ketika Anda mendengar kabar
mengenai Tomizawa.
Belasungkawa saya untuk
keluarganya dan sahabat di
masa-masa sulit ini."
Loris Capirossi
"Saya ingin mengutarakan
belasungkawa untuk keluarga
Tomizawa. Ini tragedi hebat dan
sesuatu yang tidak ingin Anda
dengar."
Alvaro Bautista
"Ketika kami menyelesaikan
balapan, saya mendengar kabar
mengenai Tomizawa dan saya
turut berduka atas kejadian ini
untuk semua keluarganya. Ini
hari yang menyedihkan bagi
semua rider. Saya yakin dia akan
selalu bersama kami dan saya
harap dia mendapat tempat yang
lebih baik."
Randy de Puniet
"Saya tidak ingin berbicara
mengenai saya dan balapan.
Pekan ini berakhir dengan cara
yang buruk. Pikiran saya untuk
Shoya dan keluarganya."
Alex Espargaro
"Tidak ada yang bisa dikatakan
di hari kejadian seperti ini. Salah
satu anggota keluarga kami telah
pergi."
Mika Kallio
"Ini hari yang sangat
menyedihkan, untuk semuanya."
Tomizawa di MotoGP San Marino
menjadi pukulan telak bagi dunia
MotoGP. Sejumlah rider MotoGP
mengungkapkan penghormatan
terhadap Tomizawa.
Tomizawa meninggal di Rumah
Sakit Riccione setelah mengalami
kecelakaan hebat di Misano.
Rider 19 tahun itu dua kali
terlindas oleh Alex de Angelis dan
Scott Redding setelah
sebelumnya terjatuh dari motor.
Ini adalah kematian pertama
pada ajang MotoGP sejak
meninggalnya Daijiro Kato pada
2003, dan sebagai salah satu
bentuk penghormatan Dani
Pedrosa, Jorge Lorenzo dan
Valentino Rossi tidak merayakan
podium mereka di Misano.
Usai balapan di Misano, sejumlah
rider MotoGP mengungkapkan
penghormatan mereka terhadap
rider asal Jepang itu. Berikut
sejumlah penghormatan yang
diutarakan rider MotoGP.
Jorge Lorenzo:
"Benar-benar sangat
disayangkan, karena Shoya anak
yang baik dan rider yang kuat.
Saya sangat sedih dan ingin
mengucapkan belasungkawa
terhadap keluarga dan teman-
temannya. Ketika hal seperti ini
terjadi, hal lainnya menjadi tidak
penting."
Valentino Rossi:
"Saya ucapkan belasungkawa
untuk Shoya karena dia rider
yang kuat, tapi di atas segalanya
dia sangat 'sympatico'. Dia
sangat lucu, selalu senyum dan
selalu mengucapkan hal-hal yang
bagus kepada orang lain. Dia
rider muda dengan karir luar
biasa di depannya, jadi kami
semua sangat sedih."
Casey Stoner:
"Saya turut berduka cita atas
meninggalnya Tomizawa,
keluarga dan semua yang
bekerja dengannya. Peristiwa ini
sungguh buruk dan membuat
saya tidak bisa berkata-kata.
Suatu kenikmatan bisa melihat
dia membalap dan sebetulnya
saya menunggu dia meraih karir
hebat."
Nicky Hayden:
"Saya sangat sedih, kami
kehilangan dua pembalap dalam
dua pekan (sebelumnya Peter
Lenz meninggal di Indianapolis).
Pikiran saya tertuju kepada
keluarganyadan timnya, tapi
seluruh paddock terpukul atas
tragedi ini. Di akhir balapan, kita
semua menjadi saudara. Kami
sudah kehilangan anak dengan
talenta luar biasa dan
kepribadian luar biasa. Saya suka
gayanya membalap,
determinasinya dan senyum
yang selalu dikeluarkannya."
Ben Spies:
"Saya ingin mengekspresikan
kesedihan saya atas
meninggalnya Shoya Tomizawa.
Belasungkawa saya untuk
keluarga dan sahabatnya. Ini
kehilangan lainnya bagi olahraga
kami."
Colin Edwards:
"Hasil balapan tidak jadi artinya
ketika Anda mendengar kabar
mengenai Tomizawa.
Belasungkawa saya untuk
keluarganya dan sahabat di
masa-masa sulit ini."
Loris Capirossi
"Saya ingin mengutarakan
belasungkawa untuk keluarga
Tomizawa. Ini tragedi hebat dan
sesuatu yang tidak ingin Anda
dengar."
Alvaro Bautista
"Ketika kami menyelesaikan
balapan, saya mendengar kabar
mengenai Tomizawa dan saya
turut berduka atas kejadian ini
untuk semua keluarganya. Ini
hari yang menyedihkan bagi
semua rider. Saya yakin dia akan
selalu bersama kami dan saya
harap dia mendapat tempat yang
lebih baik."
Randy de Puniet
"Saya tidak ingin berbicara
mengenai saya dan balapan.
Pekan ini berakhir dengan cara
yang buruk. Pikiran saya untuk
Shoya dan keluarganya."
Alex Espargaro
"Tidak ada yang bisa dikatakan
di hari kejadian seperti ini. Salah
satu anggota keluarga kami telah
pergi."
Mika Kallio
"Ini hari yang sangat
menyedihkan, untuk semuanya."
Tomizawa dimata pedrosa
Meski beda kelas dan
namanya kurang dikenal pecinta
MotoGP di dunia, Dani Pedrosa
mengaku cukup mengenal
almarhum Shoya Tomizawa.
Rider Repsol Honda ini menilai
Tomizawa pemberani saat di
atas motor.
MotoGP kembali dikejutkan
dengan meninggalnya salah satu
rider berbakat asal Jepang.
Kecelakaan maut saat seri Moto2
di MotoGP San Marino, Minggu 5
September 2010, membuat
Tomizawa meninggal dua jam
kemudian di rumah sakit
Riccione.
Pedrosa mengaku cukup
mengenal Tomizawa yang
kurang terkenal di luar Jepang.
Pedrosa menilai rider yang
menjuarai Moto2 di Qatar musim
ini bisa membuat orang tertawa
dengan mudah dan memiliki
masa depan yang cerah di
MotoGP.
"Sebagai seorang pribadi, saya
hanya bisa katakan dia
(Tomizawa) anak yang lucu,
selalu senang dan membuat
lelucon, dan sebagai pembalap
dia mendapat hormat dari semua
orang dalam waktu singkat. Dia
cepat dan pemberani," ujar
Pedrosa seperti dikutip
Autosport, Minggu 5 September
2010.
Kematian rider kelahiran 19
Desember 1990 itu datang hanya
sepekan setelah pembalap 13
tahun Peter Lenz di akhir pekan
MotoGP Indianapolis, dan
Pedrosa menganggap peristiwa
ini menjadi pukulan telak bagi
MotoGP.
"Kehilangan dua pembalap dalam
sepekan sangat buruk. Saya
yakin setiap orang di dunia balap
akan merasakan suatu yang
sama saat ini dan saya ingin
mengirimkan rasa duka terhadap
keluarga yang ditinggalkan,"
pungkas Pedrosa.
"Ketika Anda lahir, kehidupan
memberi Anda pilihan hidup.
Tomi memilih untuk menjadi
pembalap dan faktanya dia
melakukan hal luar biasa. Saya
hanya berpikir dia pasti senang
di atas sana setelah mewujudkan
mimpinya," tutup Pedrosa.
namanya kurang dikenal pecinta
MotoGP di dunia, Dani Pedrosa
mengaku cukup mengenal
almarhum Shoya Tomizawa.
Rider Repsol Honda ini menilai
Tomizawa pemberani saat di
atas motor.
MotoGP kembali dikejutkan
dengan meninggalnya salah satu
rider berbakat asal Jepang.
Kecelakaan maut saat seri Moto2
di MotoGP San Marino, Minggu 5
September 2010, membuat
Tomizawa meninggal dua jam
kemudian di rumah sakit
Riccione.
Pedrosa mengaku cukup
mengenal Tomizawa yang
kurang terkenal di luar Jepang.
Pedrosa menilai rider yang
menjuarai Moto2 di Qatar musim
ini bisa membuat orang tertawa
dengan mudah dan memiliki
masa depan yang cerah di
MotoGP.
"Sebagai seorang pribadi, saya
hanya bisa katakan dia
(Tomizawa) anak yang lucu,
selalu senang dan membuat
lelucon, dan sebagai pembalap
dia mendapat hormat dari semua
orang dalam waktu singkat. Dia
cepat dan pemberani," ujar
Pedrosa seperti dikutip
Autosport, Minggu 5 September
2010.
Kematian rider kelahiran 19
Desember 1990 itu datang hanya
sepekan setelah pembalap 13
tahun Peter Lenz di akhir pekan
MotoGP Indianapolis, dan
Pedrosa menganggap peristiwa
ini menjadi pukulan telak bagi
MotoGP.
"Kehilangan dua pembalap dalam
sepekan sangat buruk. Saya
yakin setiap orang di dunia balap
akan merasakan suatu yang
sama saat ini dan saya ingin
mengirimkan rasa duka terhadap
keluarga yang ditinggalkan,"
pungkas Pedrosa.
"Ketika Anda lahir, kehidupan
memberi Anda pilihan hidup.
Tomi memilih untuk menjadi
pembalap dan faktanya dia
melakukan hal luar biasa. Saya
hanya berpikir dia pasti senang
di atas sana setelah mewujudkan
mimpinya," tutup Pedrosa.
MotoGP musim 2011 :
20 Maret - Qatar,Losail*
3 April - Spain,Jerez
24 April - Japan,Motegi
1 May - Portugal,Estoril
15 May - France,Le Mans
5 June - Catalunya,Catalunya
12 June - Great Britain,Silverstone
25 June - Netherlands,Assen**
3 July - Italy,Mugello
17 July - Germany,Sachsenring
24 July - United States,Laguna Seca***
14 August - Czech Republic,Brno
28 August - Indianapolis,Indianapolis
4 September - San
Marino & Riviera di Rimini,Misano
18 September - Aragon,Motorland
16 October - Australia,Phillip Island
23 October - Malaysia,Sepang
6 November - Valencia,Ricardo
Tormo Valencia.
NB: * Race Malam; ** Race Sabtu; *** Hanya Kelas MotoGP.
20 Maret - Qatar,Losail*
3 April - Spain,Jerez
24 April - Japan,Motegi
1 May - Portugal,Estoril
15 May - France,Le Mans
5 June - Catalunya,Catalunya
12 June - Great Britain,Silverstone
25 June - Netherlands,Assen**
3 July - Italy,Mugello
17 July - Germany,Sachsenring
24 July - United States,Laguna Seca***
14 August - Czech Republic,Brno
28 August - Indianapolis,Indianapolis
4 September - San
Marino & Riviera di Rimini,Misano
18 September - Aragon,Motorland
16 October - Australia,Phillip Island
23 October - Malaysia,Sepang
6 November - Valencia,Ricardo
Tormo Valencia.
NB: * Race Malam; ** Race Sabtu; *** Hanya Kelas MotoGP.
profile pedrosa
Kewarganegaraan Spanyol
Tanggal lahir 29 September
1985 (umur 25)
Tempat lahir Sabadell, Spanyol
Website http://danipedrosa.com
Sejarah karier di ajang MotoGP
Tim sekarang Repsol Honda
Team
Nomor motor 26
Juara Dunia 3
125cc: 2003
250cc: 2004,
2005
Start 130
Menang 29
Podium 68
Pole position 29
Lap tercepat 29
Poin kejuaraan 1898
Musim MotoGP
2008 3rd (249 pts)
Daniel Pedrosa (lahir di Sabadell,
Spanyol, 29 September 1985;
umur 25 tahun). Ia mulai debut
balap grandprix motor pada
tahun 2001 di kelas GP 125 cc
bersama tim Telefonica movistar
Honda JR, dan meraih posisi ke 8
klasemen akhir. Tahun 2002 ia
membalap di tim yang sama dan
meraih juara 3 dunia GP 125 cc.
Di musim balap 2003 bersama
tim Telefonica movistar Honda JR,
ia merebut juara dunia GP 125cc
dengan poin 223. Di tahun 2004
ia pindah ke kelas 250 cc dan
bergabung dengan tim telefonica
movistar Honda 250, dan
langsung merebut juara dunia GP
250cc. Tahun 2005 ia kembali
mendominasi balapan dan
mempertahankan gelar juara
dunia GP 250 cc. Di musim balap
2006 ia pindah ke kelas MotoGP.
Tanggal lahir 29 September
1985 (umur 25)
Tempat lahir Sabadell, Spanyol
Website http://danipedrosa.com
Sejarah karier di ajang MotoGP
Tim sekarang Repsol Honda
Team
Nomor motor 26
Juara Dunia 3
125cc: 2003
250cc: 2004,
2005
Start 130
Menang 29
Podium 68
Pole position 29
Lap tercepat 29
Poin kejuaraan 1898
Musim MotoGP
2008 3rd (249 pts)
Daniel Pedrosa (lahir di Sabadell,
Spanyol, 29 September 1985;
umur 25 tahun). Ia mulai debut
balap grandprix motor pada
tahun 2001 di kelas GP 125 cc
bersama tim Telefonica movistar
Honda JR, dan meraih posisi ke 8
klasemen akhir. Tahun 2002 ia
membalap di tim yang sama dan
meraih juara 3 dunia GP 125 cc.
Di musim balap 2003 bersama
tim Telefonica movistar Honda JR,
ia merebut juara dunia GP 125cc
dengan poin 223. Di tahun 2004
ia pindah ke kelas 250 cc dan
bergabung dengan tim telefonica
movistar Honda 250, dan
langsung merebut juara dunia GP
250cc. Tahun 2005 ia kembali
mendominasi balapan dan
mempertahankan gelar juara
dunia GP 250 cc. Di musim balap
2006 ia pindah ke kelas MotoGP.
Langganan:
Postingan (Atom)